Budaya Orang Arab Di Indonesia
Diposting oleh
Su'ud Basa'ad 13
|
Budaya Orang Arab Di Indonesia
Budaya arab sering dipakai di indonesia terutama pada acara-acara
pernikahan, dan hari raya besar Islam. Setiap masyarakat keturunan arab di
Indonesia harus bisa berbicara bahasa arab walaupun hanya sedikit.
Masyarakat arab memiliki berbagai tradisi kebudayaan yaitu:
1. Tradisi kebudayaan idul fitri masyarakat keturunan arab.
Menjelang tibanya idul fitri masyarakat arab akan menghiasi rumah mereka
dan menyemprotkan rumah mereka dengan parfum lokal ‘oud’ atau bakhoor, semacam
batu bata yang beraroma yang dibakar, seperti dupa yang khusus untuk parfum
rumah. Dan kaum wanita memasak hidangan untuk hari raya idul fitri.
Biasanya masyarakat keturunan arab tidak lupa untuk menyiapkan kue lebaran
khas arab yaitu kue ka’ak.
Mayarakat keturunan arab juga melakukan budaya tradisi nya senidiri
dimana setiap ada lelaki menggunakan thoub atau baju tradisional berupa
jubah panjang berwarna putih lengkap dengan sorban yang bermotif kotak-kotak
kecil berwarna putih-merah yang disebut ogal. Tetapi tradisi ini hanya
dilakukan oleh beberapa masyarakat keturunan arab di indonesia. Dan tidak semua
masyarakat keturunan arab yang melakukan tradisi ini.
2. Tradisi kebudayaan perjodohan masyarakat keturunan arab.
Pada acara-acara keluarga besar, siapa yang mempunyai anak perempuan
yang sudah dewasa dianjurkan untuk dateng, silaturahmi dengan sodara , keluarga
dan berkenalan langsung dengan kaum laki-laki di acara tersebut. Supaya kita
saling mengenal dengan orang tersebut.
Jika laki-laki tersebut menyukai perempuan itu, dan perempuan itu
sebaliknya menyukai laki-laki tersebut, maka terjadilah perjodohan yang
dilandasin dengan ta'aruf dimana laki-laki tersebut dateng kerumah perempuan
untuk meminta melamar perempuan itu dihadapan orangtua perempuan tersebut
dengan melakukan suatu ikatan ta’aruf.
Tradisi kebudayaan arab tersebut masih digunakan sampai zaman sekarang.
Macam-macam Kebudayaan masyarakat keturunan arab di Indonesia:
- Merayakan hari raya islam dengan membaca-bacaan shalawat, doa-doa. Dan
kebudayaan arab itu menjadi ciri khas di negara Indonesia dengan menyajikan
nasi kebuli saat selesai merayakan hari raya tersebut seperti maulid Nabi
Muhammad SAW atau mengadakan suatu pengajian.
- Satu hari menjelang pernikahan biasanya masyarakat keturunan arab
melakukan tradisi mehendi (henna)
yaitu suatu proses pelukisan tangan yang bernilai seni tinggi pada mempelai
wanita sebelum melakukan pernikahan. Hal itu dimaksudkan untuk mempercantik
dirinya di hari pernikahannya.
Sebelum ijab qabul, mempelai wanita dan mempelai pria dipisah. Mengapa?
Karena pemisahan tersebut dimaksudkan sebelum pembacaan ijab qabul wanita
tersebut bukan muhrimnya, tetapi setelah selesai ijab qabul mempelai pria
ditemukan dengan mempelai wanita tersebut. Dan di saat resepsi pernikahan
biasanya diadakan berbagai hiburan yang sudah disiapkan oleh kedua pihak
mempelai, yaitu berupa tarian zapin, tarian perut (bellydance) dan tidak kalah
penting yaitu musik khas arabian yaitu gambus.
- kebudayaan makanan masyarakat ini sangat berbeda dengan kebudayaan
lainnya makanan khas arab yaitu nasi kebuli, kari kambing, sambosa, roti
maryam, bubur surbah, kari ayam, roti cane, kebab, nasi kabsah, dadar gule dan
masih banyak lagi.
Lingkungan masyarakat keturunan arab sama saja dengan lingkungan
masyarakat lainnya, seperti halnya: berperilaku sopan santun dan
tata krama ketika sedang berbicara dengan orang yang lebih tua, menghormati
orang yang lebih tua, menghargai pemberian orang lain, tidak saling mengejek
dan bermusuhan dengan orang yang berbeda agama dan tidak memakai pakaian yang
terbuka (yang dilarang oleh agama).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar